Cara Didik Anak Jadi Pribadi Berkualitas

Tak dapat dipungkiri, globalisasi membedakan tantangan yang dihadapi antara generasi orang tua dan anak. Menjadi tantangan sendiri bagi orang tua masa kini untuk mampu mempersiapkan pribadi anak yang tangguh agar dapat bertahan dan bersaing.

Menurut Ratih Ibrahim MM.Psikolog, peran penting orang tua dimulai sejak anak berusia di bawah lima tahun (golden age period) dan saat anak mulai memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena, periode tersebut adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi anak yang siap hidup (life ready) di masa depan.

Kualitas didikan apa yang diperlukan generasi muda saat ini agar dapat bertahan di masa depan? Pada prinsipnya, menurut Ratih dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa, 15 Mei 2012, anak perlu dibantu agar memiliki kompetensi individual dan sosial.

Kompetensi individual antara lain memiliki pertumbuhan fisik optimal, menunjukkan perkembangan kognitif yang signifikan, serta mengembangkan kecerdasan emosi dan interpersonal.

Sementara itu, kompetensi sosial, yaitu anak diharuskan memiliki kecerdasan sosial agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kelompok, mampu menjalin hubungan yang dilandasi keintiman emosional juga ditunjang nutrisi dengan gizi seimbang.

Ada beberapa hal penting untuk mempersiapkan buah hati, antara lain:

1. Membimbing dan mengajarkan anak tentang cara bergaul yang tepat bagaimana interaksi, bermain, dan bersikap sopan santun.

Orang tua juga dapat membantu dan mendorong kemampuan anak dalam bergaul seperti mengundang beberapa teman sebaya anak untuk bermain di rumah.

2. Memberi contoh positif kepada anak dalam hal bertingkah laku.

3. Membantu proses masa agresif anak dengan mengajak anak berbicara dengan bahasa yang mudah ia mengerti tentang dampak sikap agresif bagi anak lainnya.

4. Sedari dini membangun respons yang positif dan dapat diandalkan anak, agar ia tumbuh sebagai anak yang memiliki talenta yang aman.

5. Mengajari anak cara mengatur penggunaan gadget di dalam kehidupannya secara lebih sehat dan tidak berlebihan.

6. Mengajarkan anak sejak usia dini agar fokus pada tujuan utama hidup dan menetapkan prioritas.

Hal ini antara lain dengan menerapkan pengaturan waktu di kesehariannya, serta tetap membangun relasi nyata dengan orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s