Mengungkap Mimpi Bayi Saat Tidur

Mungkin Anda sering memperhatikan saat bayi sedang terlelap. Kira-kira si kecil memimpikan apa ya?  Pertanyaan ini sering kali melintas. Sayangnya, sangat sedikit penelitian ilmiah mengenai hal tersebut,  mengingat bayi belum dapat berkomunikasi.

“Kita tahu bahwa bayi juga mengalami tidur REM, tingkatan tidur yang
selalu dihubungkan dengan munculnya mimpi. Kita dapat mengansumsikan kalau bayi memimpikan pengalaman mereka sehari-hari,” ujar Dr. Edward Kulich, dokter anak spesialisasi kebiasaan tidur anak dan penulis The Best Baby Sleep Book.

Menurutnya, aktivitasnya sehari-hari bisa jadi menjadi objek mimpi
mereka. “Makan, mencium, merasa hangat dan nyaman, hingga bermimpi lapar, bosan, atau bau lingkungan mereka,” ujarnya dikutip Shine.

Tak hanya itu, sumber mimpi mereka juga bisa merupakan orang-orang
terdekat mereka seperti ayah atau ibunya. Menurut Dr. Alan Greene, yang juga dokter spesialis anak, mimpi bayi dipenuhi oleh persepsinya tentang ibu dan ayahnya.

Sama seperti orang dewasa pada umumnya, bayi juga mengalami mimpi yang menyenangkan dan mimpi buruk.

“Bayi juga bisa stres karena rasa sakit, lapar, dan merasa ditinggal
sendirian. Dan hal lainnya yang pantas untuk ditangisi,” ujar Greene.

Beberapa peneliti percaya bahwa mimpi buruk biasa terjadi pada anak usia 2 tahun. Tapi, Greene juga mengungkapkan, bahwa pada 6 minggu pertama merupakan usia puncak bayi mengalami mimpi buruk.

“Saat 6 minggu pertama, bayi akan sering menangis saat tidur karena mengalami mimpi buruk.”

Namun, kebanyakan ahli menyatakan bahwa tidak ada cara untuk
mengetahui dengan pasti, apa yang dimimpikan bayi karena mereka belum bisa mengekspresikan diri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s