Sakit Langka, Bisa Wafat karena Tersedak

Seorang balita tiga tahun, Milly Williams didiagnosis menderita kondisi pencernaan langka. Berarti, dia tidak bisa melahap makanannya seperti anak lainnya, karena hal itu bisa menyebabkan kematiannya.

Setiap kali mengunyah, Milly harus sangat berhati-hati karena dia tak mampu menelan dengan benar. Akibatnya, dia sangat berisiko tersedak makanan sendiri. Dibutuhkan waktu empat menit bagi Milly untuk makan sepotong stroberi.

Ibunya, Kaylee, 26, pertama kali menyadari ada yang salah dengan buah hatinya saat dia menyusui Milly saat usianya baru dua hari. Kulit putrinya berubah menjadi warna ungu dan tak bernapas.

Dokter menemukan ada kantung kecil di kerongkongan bagian atas bayi mungil ini. Berarti susu yang dia minum tumpah ke trakea dan paru-paru Milly sehingga menyebabkan pneumonia. Saat mulai diberi makanan padat, Milly juga tak boleh disuap terlalu banyak makanan.

Kondisi ini mulai dideteksi usia Milly delapan hari. Usai 13 kali operasi untuk memutuskan hubungan antara kerongkongan dan trakeanya, Milly mulai belajar makan normal. Namun, ia harus mengunyah makanannya setidaknya empat kali lebih lama dari anak normal atau dilarikan ke rumah sakit karena penyumbatan.

Kondisi langka ini merupakan kombinasi trakea-esofagus Fistula (FPT) dan atresia esofagus (OA) yang membuatnya membutuhkan waktu empat menit untuk mengunyah satu suapan makanan.

Bila anak-anak seusianya dibatasi minum minuman bersoda, Milly kerap bergantung pada minuman ini untuk membantunya menelan makanan. Dia juga dianjurkan untuk makan coklat dan keripik lembut, karena cenderung tak menyebabkan tersedak.

Karena kondisinya pula, sekali makan, Milly membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk makan, dan sering tak bisa bermain seperti teman-temannya.

Saat masuk sekolah, keluarganya menempatkan seseorang untuk mengawasinya saat makan. “Sekarang Milly mulai menikmati makan, tapi kadang-kadang sulit untuk menjaganya karena harus mengunyah begitu lama,” ujar sang ibu Kaylee.

Kaylee menambahkan, “Mengunyah bagi Milly adalah masalah hidup atau mati. Jika dia sulit menelan sesuatu, dia akan tersedak dan batuk. Ini sangat menakutkan dan membuat panik,” katanya seperti dikutip Dailymail.

Milly tidak bisa makan wortel, mangga, melon, nasi atau makanan licin karena makanan ini sulit ditelan. Ketika berusia satu tahun, Milly dapat tersedak lebih dari 12 kali setiap hari. Namun kini jumlah itu bisa dikurangi menjadi sekali dalam seminggu. Kondisi langka ini bahkan takkan berkurang hingga Milly dewasa. Artinya, porsi makannya saat tumbuh menjadi orang dewasa akan tetap sama seperti saat balita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s